Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Warta Sukacita

31 Tahun Kompas.com: Jurnalisme Berdampak, Menggerakkan Perubahan

Kompas.com, 14 September 2026, 07:00 WIB
Tsabita Naja,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Usai banjir bandang menerjang dan memutus Jembatan Leuwidinding, di Sukabumi, Jawa Barat pada Desember 2025, riak deras sungai menjadi arena bertaruh nyawa setiap hari. Demi menyambung roda kehidupan, warga nekat menyeberang dengan perahu karet.

Kondisi itu terekam dalam pemberitaan Kompas.com yang terbit pada Rabu (15/7/2026). Tak berhenti pada satu pemberitaan, Kompas.com terus mengawal perkembangan kondisi Jembatan Leuwidinding dengan memperbarui informasi dan menelusuri kabar terbaru mengenai rencana perbaikannya kepada pemangku kebijakan setempat.

Komitmen mengawal isu tersebut menemukan titik terang pada Minggu (6/9/2026). Proses pembangunan kembali Jembatan Leuwidinding resmi dimulai lewat gotong royong antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, TNI Angkatan Laut, dan dukungan yayasan yang dikelola oleh Jusuf Hamka.

Perubahan nyata di Sukabumi menjadi salah satu cerminan dari semangat "jurnalisme berdampak" yang terus dirawat oleh Kompas.com. Jurnalisme berdampak adalah karya jurnalistik yang tidak hanya mengabarkan peristiwa dan fakta, tetapi juga mengetuk kepedulian, menggerakkan kebaikan, serta menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.

Baca juga: Jurnalisme Berkualitas Kini Jadi Aset Bernilai di Era AI

Selama 31 tahun hadir menemani pembaca, Kompas.com senantiasa memegang teguh prinsip untuk terus membawa dampak positif bagi bangsa. Pemimpin Redaksi Kompas.com Amir Sodikin menegaskan, di era banjir informasi dan dominasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), media massa harus melangkah lebih jauh dari sekadar menyajikan fakta.

“Kalau berita-berita kita sekadar memenuhi banjir informasi, itu tidak akan memberi dampak bagi audiens kita. Makanya, dua tahun ini jurnalisme berdampak kita jadikan tagline untuk tujuan akhir, bahwa jurnalisme itu tidak sekadar menampilkan berita, tetapi harapannya ada perubahan nyata di masyarakat," ujar Amir saat dihubungi Kompas.com, Rabu (9/9/2026).

Ia menambahkan, ruh dari jurnalisme berdampak di Kompas.com berakar dari nilai dasar "jurnalisme makna" yang diwariskan oleh para pendiri Kompas.

“Jurnalisme makna sebagai spirit, kemudian jurnalisme berdampak sebagai tools action yang bisa langsung kita ukur, monitor, dan dirasakan hasilnya oleh publik,” tegas Amir.

Baca juga: Filosofi Jakob Oetama dan Warisan Jurnalisme yang Menyejukkan

Menembus layar, menjangkau dunia nyata

Di balik ribuan kata yang terbit setiap harinya, pemberitaan Kompas.com kerap menjadi pemantik perubahan nyata.

Salah satu kisah datang dari Abdul Aziz, guru honorer di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam 1 Penjaringan, Jakarta Utara. Sejak motornya hilang dicuri pada November 2025, pria berdomisili Tegal Alur, Jakarta Barat, itu harus mengayuh sepeda belasan kilometer demi membagikan ilmu kepada generasi penerus bangsa.

Kisah dedikasi Abdul yang diunggah melalui tayangan reels Kompas.com pada Rabu (22/4/2026) menyentuh hati nurani publik. Uluran tangan dari relawan Gerak Bareng hadir membawa sepeda motor baru untuk menunjang mobilitas Abdul dalam mengajar.

Baca juga: Kisah Rudi Manggala, Guru Honorer Disabilitas Jadi Sosok Pahlawan Pendidikan di Pelosok Bogor

Jangkauan Kompas.com tidak berhenti pada lembar pemberitaan. Melalui program Jagat Literasi, Kompas.com turun langsung ke daerah-daerah untuk menyalurkan buku, mendampingi tenaga pendidik, serta mengasah literasi generasi muda.

Narasi dalam Jagat Literasi turut menjadi jembatan agar sekolah-sekolah yang membutuhkan perhatian infrastruktur dapat tersentuh pembenahan, salah satunya di Garut, Jawa Barat.

Dalam kunjungan ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Simpang pada Rabu (12/8/2026), tim Jagat Literasi memotret kondisi perpustakaan yang kurang layak. Reportase yang dipublikasikan melalui akun Instagram Kompas.com mendorong sinergi pemangku kepentingan.

Baca juga: Harapan Baru dari Buku Baru, Senyum Siswa SDN 2 Simpang di Pedalaman Garut

Pada akhir Agustus 2026, pemerintah bersama jajaran Komisi IV DPR RI merencanakan renovasi SDN 2 Simpang secara menyeluruh mencakup pembangunan perpustakaan, penambahan ruang kelas, serta perbaikan toilet sekolah.

Realitas tersebut membuktikan bahwa karya jurnalistik tidak harus selalu viral secara masif di media sosial untuk mampu menghadirkan solusi. Kuncinya terletak pada pesan yang sampai ke tangan pengambil kebijakan yang tepat.

“Viralitas itu dampak di level 2 yang kita harapkan ending-nya nanti bersifat konkret. Kalau tidak viral, itu tidak masalah sebenarnya, tapi kita harus punya target market yang spesifik. Misalnya, konten itu dibaca oleh pengambil kebijakan yang bisa mendorong perubahan,” jelas Amir.

Baca juga: SDN 2 Simpang Garut yang Nyaris Roboh Direnovasi

Tumbuh bersama dan berkelanjutan

Memasuki usia ke-31, Kompas.com menegaskan komitmennya berkelanjutan agar setiap dampak yang dihasilkan tidak berhenti sebagai aksi sesaat, melainkan memberi manfaat jangka panjang bagi fondasi sosial, budaya, dan lingkungan.

“Selain dampak literasi, kami harap dampaknya bersifat lebih menyeluruh dan egaliter. Artinya, tidak hanya dirasakan oleh lapisan masyarakat tertentu atau elitis. Bahkan, kami ingin dampaknya juga dirasakan dari sisi sosial dan budaya,” kata Amir.

Sejalan dengan itu, Amir mengatakan bahwa perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-31 Kompas.com dilaksanakan secara sederhana dan tetap bermakna. Ia berharap doa dan ucapan para mitra serta kolega dapat dialihwujudkan dalam bentuk donasi literasi. 

Satu karangan bunga setara dengan donasi 10 buku untuk mendukung perjalanan Jagat Literasi ke 13 provinsi dan 36 sekolah sekaligus menekan jejak karbon.

Baca juga: Bertolak ke NTT, Tim Kompas.com Bawa Donasi Pembaca dan Misi Jagat Literasi

Semangat untuk terus memberi dampak tentu tak hanya datang dari ruang redaksi. Jurnalisme berdampak juga tumbuh dari suara para pembaca. Di usia 31 tahun, Kompas.com berkomitmen untuk terus mendengarkan agar tetap hadir relevan di tengah masyarakat.

Menurutmu, apa yang bisa Kompas.com lakukan agar semakin berdampak? Sampaikan pandangan dan harapanmu untuk Kompas.com melalui laman berikut: https://ucapan.kompas.com/hut-kompascom

Warta Lainnya
31 Tahun Kompas.com: Jurnalisme Berdampak, Menggerakkan Perubahan
31 Tahun Kompas.com: Jurnalisme Berdampak, Menggerakkan Perubahan
Sukacita
Bukan Tamu di Negeri Sendiri: Menyalakan Kembali Api Harapan di Ibu Pertiwi
Bukan Tamu di Negeri Sendiri: Menyalakan Kembali Api Harapan di Ibu Pertiwi
Sukacita
Usia 499 Tahun: Babak Baru Jakarta Menuju Simpul Megapolitan Dunia
Usia 499 Tahun: Babak Baru Jakarta Menuju Simpul Megapolitan Dunia
Sukacita
733 Tahun Surabaya: Dari Kota Pahlawan Menuju Kota Dunia
733 Tahun Surabaya: Dari Kota Pahlawan Menuju Kota Dunia
Sukacita
Selamat Hari Buruh 2026, Bertahan di Tengah Badai Otomatisasi dan AI
Selamat Hari Buruh 2026, Bertahan di Tengah Badai Otomatisasi dan AI
Sukacita
Warisan Kartini: Keberanian Berpikir Kritis di Tengah Krisis
Warisan Kartini: Keberanian Berpikir Kritis di Tengah Krisis
Sukacita
Menjaga Tenang di Tengah Gelombang, Pesan Hangat Lebaran dari Kompas.com
Menjaga Tenang di Tengah Gelombang, Pesan Hangat Lebaran dari Kompas.com
Sukacita
Kekhusyukan Nyepi di Tengah Gema Malam Takbir di Pulau Dewata, Wujudkan Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”
Kekhusyukan Nyepi di Tengah Gema Malam Takbir di Pulau Dewata, Wujudkan Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”
Sukacita
Konsisten Jaga Kepercayaan Publik, Dompet Dhuafa Catat Capaian Gemilang pada 2025
Konsisten Jaga Kepercayaan Publik, Dompet Dhuafa Catat Capaian Gemilang pada 2025
Sukacita
Sekolah Rakyat Capai 166 Titik, Memutus Rantai Kemiskinan
Sekolah Rakyat Capai 166 Titik, Memutus Rantai Kemiskinan
Sukacita
Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun
Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun
Sukacita
Profil Presiden Prabowo yang Hari Ini Genap Berusia 74 Tahun
Profil Presiden Prabowo yang Hari Ini Genap Berusia 74 Tahun
Sukacita
HUT Ke-25 Banten, Semangat 'Kolaborasi Kuat' Jadi Kunci Wujudkan Daerah Maju, Adil Merata dan Tidak Korupsi
HUT Ke-25 Banten, Semangat "Kolaborasi Kuat" Jadi Kunci Wujudkan Daerah Maju, Adil Merata dan Tidak Korupsi
Sukacita
Merayakan Keberlanjutan, Lestari Awards 2025 Anugerahkan 16 Penghargaan, Ini Daftar Pemenangnya
Merayakan Keberlanjutan, Lestari Awards 2025 Anugerahkan 16 Penghargaan, Ini Daftar Pemenangnya
Sukacita
Tiga Dekade Kompas.com, Menyalakan Semangat Literasi di Era Disrupsi
Tiga Dekade Kompas.com, Menyalakan Semangat Literasi di Era Disrupsi
Sukacita
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau